Sistem Operasi dan Raid
Sistem Operasi
Sistem Operasi
(bahasa Inggris: Operating system) adalah
perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras
dan perangkat lunak, serta sebagai jurik (daemon) untuk program komputer. Tanpa
sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada
komputer mereka, kecuali program booting.
Macam-macam
system operasi :

Sistem Operasi
Unix atau UNIX
adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information
and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and
Telegraph (AT&T), General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts
(MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence
Advenced Research Project, DARPA atau ARPA). UNIX didesain sebagai Sistem
operasi yang portabel, multi-tasking dan multi-user.
Sistem operasi Unix digunakan secara luas baik sebagai server atau
workstation.
Dengan berkembang
teknologi UNIX mengembangkan system operasi system yaitu :
a.
BSD
FreeBSD adalah salah satu sistem operasi yang bersifat
open source. FreeBSD sebagai salah satu dari keluarga BSD, saat ini sangat
banyak digunakan dan bahkan dikembangkan di berbagai kalangan individu,
perusahaaan dan bahkan universitas. Bila dibandingkan dengan Windows, FreeBSD
relatif lebih sulit dalam penggunaan, karena masih bersifat text base dalam
memberikan command, sedangkan windows memiliki GUI yang jauh lebih dibandingkan
dengan FreeBSD. Namun, terdapat juga varian BSD yang memiliki GUI, seperti
PC-BSD. Keunggulan FreeBSD dibandingkan dengan Windows, adalah kebebasan dalam
penggunaan, bahkan pengembangan dari system operasi tersebut, karena lisensi
yang sudah dijamin untuk kebebasannya.
.
Perjalanan panjang varian UNIX BSD
di mulai di Universitas California Barkeley pada tahun 1973. Berkeley Software
Distribution (BSD) pertama kali dibangun dan dikembangkan oleh Computer System
Research Group (CSRG) di University of California at Berkeley (UCB), BSD
pertama kali keluar pada akhir 1977 sebagai paket tambahan dan patch dari
AT&T UNIX varsi 6, yang mana waktu itu beroperasi pada mesin PDP-11
minicomputer.
BSD dibuat, dikembangkan, dan
digunakan secara “Bebas” sebagai perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dimiliki
oleh AT&T dan oleh karena itu BSD mempunyai lisensi tersendiri yang
memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan, dan menggunakan kode
sumber BSD, bahkan setiap orang boleh untuk menyalin ulang kode sumber BSD, dan
justru karena kelebihan “bebas” tersebut, BSD berkembang menjadi beberapa
varian yang saat ini banyak digunakan berbagai kalangan. Sampai saat ini pun,
banyak komunitas dan kalangan yang terus mengembangkan kode sumber dari BSD.
OpenBSD
menghasilkan sebuah sistem operasi sepadan UNIX berbasis 4.4BSD yang
gratis, mudah didapat, multi-platform. Tujuan
kami menempatkan perhatian pada kebenaran, keamanan,
standarisasi, dan portabilitas.
OpenBSD mendukung emulasi hampir semua binari dari SVR4 (Solaris), FreeBSD, Linux,
BSDI, SunOS, dan HPUX.
b.
LINUX
Linux
merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti
perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode
sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali
secara bebas oleh siapa saja. Nama "Linux" berasal dari nama
pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus
Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983
oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari
munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan
didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard,
IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun
Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam
jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer
desktop, superkomputer dan system pembaca buku elektronik ,
sistem permainan video , dan lain-lain. Sistem operasi Linux yang dikenal
dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau
distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti
server
web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan
desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office
suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.
·
GUI
GUI (Graphical User Interface),
adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis
agar mempermudah para pengguna-nya untuk berinteraksi dengan komputer atau
sistem operasi. GUI merupakan
antarmuka yang menggunakan input dari keyboard untuk bisa berinteraksi dengan
computer.
a.
Slackware
Slackware merupakan sistem
operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc.
Slackware merupakan salah satu distro
Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama
Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi
Linux yang paling mirip Unix. Rilis Slackware x86
stabil terbaru adalah 14.2 (sejak 30 Juni 2016), yang berisi dukungan untuk Linux
4.4.14.
b.
Red Hat(1994)
Adalah salah satu perusahaan terbesar dan dikenal
untuk dedikasinya. Red hat adalah SO Linux berbayar (interface/service
berbayar). Red Hat terkenal karena produknya Red
Hat Linux salah satu distro Linux utama.
c.
Debian
Adalah sistem
operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang
dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU
General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian
GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel
Linux merupakan distribusi Linux yang popmuler dan berpengaruh. Debian
didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak
yang siap untuk instalasi dan digunakan.
Merupakan gabungan dari
perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya
menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem
operasi Debian yang menggunakan kernel
Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya.
Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu,
Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak
digunakan di dunia.
d.
SUSE
Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun
1990-an di mana Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh
melalui internet.
OpenSUSE(SUSE) adalah sistem operasi komputer
yang dibangun diatas kernel Linux. openSUSE dikembangkan secara independen, dengan dukungan
komunitas melalui Proyek openSUSE yang disponsori oleh SUSE dan sejumlah
perusahaan lain. openSUSE dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk desktop
dan server.
e.
Mandrake
Mandriva Linux (dahulu
dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem
operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux
menggunakan RPM Package Manager. Dari awal hingga
versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan Linux Mandrake.
Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux.
Raid Teknologi
Pada PC Desktop atau Notebook sering kita jumpai single hard disk terpasang,
meskipun ada lebih dari satu terpasang tetapi hanya digunkan sebaga penambahan
hard disk sehingga tempat penyimpanan data bertambah. Lain halnya untuk server
yang mempunyai karakteristik utama yaitu tidak boleh mati karena jika mati
komputer klien yang menggunakan aplikasi yang terhubung dengan server tersebut
akan terputus total. Selain itu data yang tersimpan pada server sangat penting,
sehingga diperlukan suatu solusi agar data tidak hilang dikarenakan hard disk
yang bermasalah, salah satu solusi selain melakukan backup data secara manual
maupun otomatis adalah dengan menggunakan sistem RAID.RAID merupakan kependekan dari Redundant Array of Inexpensive Disk dimana menggunakan lebih dari satu hard disk yang bekerja sama untuk memperoleh kinerja yang lebih dibanding menggunakan satu hard disk dan yang paling penting adalah memiliki redundant dimana jika ada hard disk yang bermasalah (mati) data tidak akan hilang .
Beberapa RAID yang umum digunakan adalah RAID 0,1,5,6,10,1E.50 dan 60.
a.
Raid 0

Cara kerja :
Keseluruhan
hard disk yang dimiliki akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data.
Data dipecah (striped) menjadi beberapa blok data dan masing masing blok
disimpan pada anggota dari RAID 0 pada hard disk yang berbeda.
Contoh :
2 hard disk berkapasistas 1TB dikonfigurasi dengan
RAID 0 maka total hard disk yang dapat dijadikan penyimpanan data adalah
keseluruhannya (2TB)
Kelebihan :
Dengan RAID 0, kapasistas hard disk yang dimiliki untuk
penyimpanan data adalah total dari keseluruhan hard disk yang dimiliki, tanpa
ada pengurangan, proses penyimpanan dan pembacaan data lebih cepat dibanding
konfigurasi RAID lainnya karena tidak menyediakan redundancy.
Kekurangan : Jika
salah satu hard disk bermasalah atau rusak, maka data akan hilang tanpa ada
penggantinya karena kehilangan beberapa blok data, menyebabkan data tidak utuh
lagi.
b.
Raid 1

Minimal menggunakan 2 hard disk
yang identik
Cara kerja :
Separuh dari jumlah hard disk yang diposisikan sebagai RAID 1 digunakan sebagai
mirror ari hard disk yang lain. Dengan kata lain bahwa hanya satu hard disk
sebagai penyimpanan data, yang lain berfungsi sebagai mirror atau backup data
dari hard disk lainnya.
Contoh : Dua
hard disk berkapasitas 1TB dikonfigurasikan dengan RAID 1, maka hanya satu hard
disk 1TB yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data, hard disk
yang lain (1TB) diugunakan sebagai mirror atau backup.
Kelebihan :
Jika
salah satu hard disk yang berfungsi sebagai penyimpanan data rusak, maka hard
disk mirror akan secara otomatis menggantikan hard disk yang rusak, maka server
tetap berjalan normal dan data tetap utuh.
Kekurangan : RAID 1 bisa dikatakan MAHAL, karena hanya
setengah dari jumlah hard disk yang dimiliki yang dapat dijadikan tempat penyimpanan data.
c.
Raid 5

Minimum hard disk adalah 3 identik.
Cara kerja :
Data
disebar pada masing-masing hard disk dan masing masing hard disk terdapat
sebuah parity yang bisa dianalogikan sebagai image dari masing-masing blok data
hard disk lainnya. Efisiensi penyimpanan data menggunakan 3 hard disk adalah
66.7%, bila menggunakan empat hard disk efisiensi volume menjadi 75%.
Contoh :
Tiga hard disk berkapasitas 1TB dikonfigurasi RAID
5 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 2TB
((66.7/100 )x 3TB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk
penyimpanan parity.
Kelebihan :
Memiliki performa read yang bagus dan performa write yang bagus pada mode
write back.
Kekurangan : Penulisan
data lebih lambat dibanding RAID 0 dan RAID 1 bila pada mode write through.
Hanya memperbolehkan satu hard disk mengalami kerusakan.
d.
Raid 6

Contoh : Empat hard disk berkapasitas 1TB dikonfigurasi RAID 6 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 2TB ((50/100 )x 4TB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.
Kelebihan : Memiliki performa read yang bagus dan performa write yang bagus pada mode write back (masih dibawah RAID 5). Mengijinkan dua hard disk gagal.
Kekurangan : Penulisan data lebih lambat dibanding RAID 0 dan RAID 1 dan RAID 5 bila pada mode write through.
e.
Raid 10

Cara kerja : Hard disk yang
dikonfigurasi dalam RAID 10 bisa dikatakan di-striping dan di-mirror, dengan
kata lain data yang disimpan dalam hard disk akan dipecah (stripe) dan
didistribusikan ke separuh total hard disk dari RAID 10 tersebut, setengahnya
lagi digunakan sebagai mirror dari hasil stripe yang lain. RAID 10 merupakan
penggbungan antara RAID 0 dan 1
Contoh :
Empat hard disk berkapasitas 1TB dikonfigurasi dengan RAID 10 maka kapasitas
yang dapat di gunakan untuk penyimpanan data adalah 2TB dan data yang disimpan
akan di-stripping atau dibagikan diantara kedua hard disk tersebut, dua hard
disk yang lain berfungsi sebagai mirror.
Kelebihan :
Performance dari baca tulis hard disk meningkat dibanding RAID 1 karena
lebih cepat dalam read/write. Perlindungan data kuat selama masing masing hard
disk dalam anggota group tidak rusak lebih dari satu.
Kekurangan : MAHAL juga
seperti RAID 1 karena hanya separuh yang bisa digunakan untuk penyimpanan data.
f.
Raid E1

Contoh : Tiga hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasikan dengan RAID 1, maka hanya separuh kapasitas yang terseteksi (375GB) yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data.
Kelebihan : Performance RAID 1 yang memperbolehkan lebih dari 2 hard disk dikonfigurasi RAID 1.
Kekurangan : Hanya memperbolehkan satu hard disk gagal dan hanya separuh dari total kapasitas hard disk yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data.
g.
Raid 50

Data di-stripe kedua array disk (RAID 0) kemudian pada setiap array data di-stripe lagi dengan satu parity (RAID 5). Minimal membutuhkan enam hard disk. RAID 50 merupakan penggabungan antara RAID 5 dan RAID 0
Contoh : enam hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 5 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 1000GB ((66.7/100 )x 1500GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.
Kelebihan : Memiliki performa read/write yang lebih baik dari pada RAID 5. Memperbolehkan total dua hard disk gagal (setiap array maksimal satu hard disk rusak).
h.
Raid 60

Contoh : Delapan hard disk berkapasitas 250GB dikonfigurasi RAID 6 maka kapasitas yang dapat digunakan untuk penyimpanan data adalah 1000GB ((50/100 )x 2000GB), sisa kapasitas yang tidak terdeteksi digunakan untuk penyimpanan parity.
Kelebihan : Memiliki performa read yang bagus dan performa write yang bagus pada mode write back (masih dibawah RAID 5). Mengijinkan dua hard disk rusak.
Kekurangan : Penulisan data lebih lambat dibanding RAID 0 dan RAID 1 dan RAID 5 bila pada mode write through.
Sistem Opersi Ubuntu
Sistem operasi ubunto mengunakan GUI
GUI (Graphical User Interface), adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis agar mempermudah para pengguna-nya untuk berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.
![]() |
|||
- GNOME
- Guh-Nome (GNU Network Object Model Environment) adalah graphical
user interface (GUI) & aplikasi desktop untuk sebagian pengguna Unix
dan Linux. Ada juga yang di tujukan untuk membuat OS Linux lebih mudah di
gunakan untuk non-pemrogram yang pada umum nya terkalit dengan Windows dan
kumpulan aplikasi yang menyerupai. GNOME adalah salah satu desktop bagi
para pengguna Linux yang memiliki kemudahan memilih aplikasi desktop, dari
beberapa tampilan desktop yang tersedia. Dengan GNOME desktop dapat di
buat agar terlihat seperti Windows98, Mac OS, atau dengan efect 3D
desktop. Gnome juga memiliki kemiripan yang bisa di temukan di Windows
Office 97, word processor, a spreadsheet program, database manager,
presentation developer, Web browser, dan e-mail program.
- KDE (K
Desktop Environment) adalah lingkungan desktop (desktop environment) dan
platform pengembangan aplikasi yang dibangun dengan toolkit Qt dari
Trolltech. KDE berjalan pada banyak ragam sistem Unix, termasuk Linux,
BSD, dan Solaris. Terdapat pula versi KDE untuk Mac OS X dengan bantuan
lapisan X11 dan untuk Microsoft Windows dengan bantuan Cygwin. Huruf
“K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K”
saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet
Latin. Maskot dari proyek KDE adalah naga hijau bernama Konqi. Konqi
dapat dijumpai di berbagai aplikasi, termasuk tatkala user hendak log out
dan pada layar “Tentang KDE”. Pembuatan aplikasi yang berjalan di KDE
harus mengikuti standar antarmuka yang ramah dan efisien bagi penggunanya.
KDE adalah sebuah aplikasi desktop environment untuk sistem operasi
berbasis UNIX (termasuk Linux, FreeBSD, NetBSD dan lain-lainnya).
Fungsinya adalah untuk mengurangi penggunaan command line yang mungkin
terlalu rumit bagi pengguna yang awam di sistem operasi berbasis UNIX
tersebut, sehingga pengoperasiannya semudah mengoperasikan desktop pada
lingkungan Windows maupun MacOS. KDE ini berisi full grafis dan
membutuhkan memori yang besar.
- Unity:
Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop
Environment standarnya. Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity
bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya desktop environment yang
menggunakan gtk+
yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME. Pada awal
peluncurannya di Ubuntu 11.04, Unity menuai kritik yang sangat banyak
karena masih memiliki banyak masalah, sehingga pada awalnya banyak
pengguna masih memilih untuk memilih GNOME. Namun semenjak Unity
disempurnakan pada Ubuntu 11.10, Unity kini lebih bebas dari masalah, dan
efek visualnya semakin bagus.
- Xfce:
Xfce adalah proyek desktop environment yang tujuannya adalah menciptakan
desktop yang membutuhkan sedikit sumber daya hardware. Namun kebutuhan
sumber daya hardware Xfce masih lebih tinggi daripada LXDE. Xfce merupakan
desktop environment standar Xubuntu.
- LXDE:
LXDE adalah proyek desktop environment yang bertujuan untuk membuat
desktop yang cepat dan hemat energi. LXDE merupakan desktop environment
standar Lubuntu.
Perbedaan
1. KDE berorientasi pada tampilan grafis shg tampilannya
lebih cantik daripada GNOME yang tidak terlalu “menaruh perhatian besar
pada tampilan walaupun juga tidak mengabaikannya sama sekali
2. GNOME lebih irit memori daripada KDE, sehingga performa GNOME relatif lebih cepat daripada KDE
(ini mungkin krn GNOME tidak berorientasi pada grafis tetapi
lebih kepada penghematan memori).
Mengubah system operasi ke Ubuntu
·
Jika dari windows : Ctrl+Alt+F1
·
Atau
di GUI aplikasi terminal, dari consult – Terminal
UNIX
dan LINUX mempunyai 2 level user:
a. User biasa merupakan user yang memiliki hak akses
hanya pada bagian direktori “/home”.
Misalnya Anda memiliki user biasa dengan username “apriani”, maka tidak direktori usernya berada di direktori “/home” dengan lokasi “/home/apriani”., dengan demikian user “apriani” (user biasa) tersebut hanya
dapat mengakses sepenuhnya terhadap direktori “/home/apriani”.
b. Super user atau
biasa disebut user root merupakan
user yang memiliki hak akses penuh terhadap system, baik direktori user biasa
maupun direktori system lainnya. Cakupan yang dapat diakses oleh user root
yakni semua direktori sistem antara lain:
o Direktori “/bin”
o Direktori “/boot”
o Direktori “/dev”
o Direktori “/etc”
o Direktori “/home”
o Direktori “/lib”
o Direktori “/media”
o Direktori “/mnt”
o Direktori “/opt”
|
o Direktori “/proc”
o Direktori “/root”
o Direktori “/sbin”
o Direktori “/selinix”
o Direktori “/srv”
o Direktori “/sys”
o Direktori “/tmp”
o Direktori “/usr”
o Direktori “/var”
|
Selain dari hal tersebut, user root juga memiliki alokasi direktori
user tersendiri yaitu berada pada direktori “/root”.
lubna@server01:~$
|
-->> Anda login sebagai user biasa
|
root@server01:~#
|
-->> Anda login sebagai user root (super user)
|

Comments
Post a Comment